Tampilkan postingan dengan label PEMROGRAMAN DASAR X TKJ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMROGRAMAN DASAR X TKJ. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2016

PERCABANGAN 2 KONDISI



ALGORITMA PERCABANGAN 2 KONDISI
Algoritma percabangan dengan 2 kondisi memiliki format dasar seperti berikut :
            IF <kondisi>
            THEN <pernyataan 1>
            ELSE <pernyataan 2>
Pada format di atas, Jika <kondisi> bernilai benar maka pernyataan 1 dikerjakan. Sedangkan jika tidak (<kondisi>bernilai salah), maka pernyataan yang dikerjakan adalah pernyataan 2. Berbeda dengan percabangan 1 kondisi, pada percabangan dua kondisi ada dua pernyataan untuk kedua kondisi,yaitu untuk <kondisi> yang bernilai benar dan <kondisi> yang bernilai salah.
Contoh Kasus : Penggolongan nilai

ALGORITMA BAHASA NATURAL
  1. Mulai
  2. Menentukan nilai siswa
  3. Jika nilai siswa ( 0 – 100 ) > 75 Tergolong Baik
  4. Jika nilai siswa ( 0 – 100 ) ≤ 75 Tergolong Cukup
  5. Tampilkan hasil
  6. Selesai

PSEUDOCODE
Var :
            nilai_siswa : integer
Pseudocode
read (nilai siswa )
IF nilai siswa > 75 THEN
write ( tergolong baik )
ELSE
write ( tergolong cukup )

FLOWCHART

PERCABANGAN 1 KONDISI

ALGORITMA PERCABANGAN
Sebuah program tidak selamanya akan berjalan dengan mengikuti struktur berurutan, kadang-kadang kita perlu merubah urutan pelaksanaan program dan menghendaki agar pelaksanaan program meloncat ke baris tertentu. Peristiwa ini kadang disebut sebagai percabangan/pemilihan atau keputusan. Algoritma percabangan pada pemrograman umumnya menggunakan kata kunci IF (jika), THEN (maka), dan ELSE (selainnya). Berikut kelompok saya akan mejelaskan tentang algoritma percabangan 1 kondisi dan 2 kondisi beserta contoh kasusnya.
ALGORITMA PERCABANGAN 1 KONDISI
Algoritma percabangan dengan 1 kondisi memiliki format dasar seperti berikut :
            IF <kondisi>
            THEN <pernyataan>
Pada format diatas , jika <kondisi> bernilai benar maka <pernyataan> dikerjakan, sedangkan jika bernilai salah, maka <pernyataan> tidak dikerjakan dan proses langsung keluar dari percabangan.
Contoh Kasus : Nilai siswa akan gagal bila bernilai ≤ 60
ALGORITMA BAHASA NATURAL
  1. Mulai
  2. Menentukan nilai siswa
  3. Jika nilai siswa ≤ 60
  4. Siswa dinyatakan Gagal
  5. Selesai
PSEUDOCODE
Var :
            nilai_siswa : integer
Pseudocode :
Read ( nilai siswa )
IF nilai siswa ≤ 60 THEN
 write ( Siswa dinyatakan gagal )
FLOWCHART 


 

Struktur Kontrol : Percabangan

Algoritma Percabangan


Sebuah program tidak selamanya akan berjalan dengan mengikuti struktur berurutan, kadang-kadang kita perlu merubah urutan pelaksanaan program dan menghendaki agar pelaksanaan program meloncat ke baris tertentu. Peristiwa ini kadang disebut sebagai
percabangan/pemilihan atau keputusan. Berikut beberapa kondisi percabangan :

1.      Penulisan percabangan 1 kondisi
if then
pernyataan
penjelasan :
Jika <kondisi> bernilai benar maka pernyataan dikerjakan, sedangkan jika tidak, maka pernyataan tidak dikerjakan dan proses langsung keluar dari percabangan

Flowchart :


 2.      Penulisan percabangan 2 kondisi

if then
pernyataan1
     else
pernyataan2
  
penjelasan :
Jika <kondisi> bernilai benar maka pernyataan1 dikerjakan. Sedangkan jika tidak (<kondisi> bernilai salah), maka pernyataan yang dikerjakan adalah pernyataan2. Berbeda dengan percabangan satu kondisi, pada percabangan dua kondisi ada dua pernyataan untuk dua keadaan kondisi, yaitu untuk <kondisi> yang bernilai benar dan <kondisi> yang bernilai salah
Flowchart :



3.      Penulisan percabangan lebih dari 2 kondisi
If then
                  Pernyataan1
    else if then
                  Pernyataan2
                  ...
    else if then
Pernyataan(n)
    else
                  Pernyataan(n)
Penjelasan :
Mula-mula <kondisi1> dicek nilai kebenarannya. Jika benar, maka dikerjakan pernyataan1. Jika salah, maka dicek nilai kebenaran <kondisi2>. Jika <kondisi2> benar, maka dikerjakan pernyataan2. Jika tidak algoritma akan mengecek ke kondisi berikutnya dengan cara yang sama dengan yang sebelumnya. Terakhir, jika semua kondisi bernilai salah, maka pernyataan yang dikerjakan adalah Pernyataan(n+1).

Flowchart :



4.      Penulisan percabangan bersarang

If  then
      if then
                  Pernyataan1
          else
                  Pernyataan2
  else
      If
                  Pernyataan3
    else
                  Pernyataan4


Penjelasan :
Mula-mula <kondisi1> dicek nilai kebenarannya. Jika benar, maka dicek nilai kebenaran <kondisi2>. Jika <kondisi2> benar, maka dikerjakan pernyataan1. Jika tidak algoritma akan dikerjakan pernyataan2. Jika <kondisi1> tidak benar maka akan dicek nilai kebenaran . Jika <kondisi3> benar, maka dikerjakan pernyataan3. Jika tidak akan dikerjakan pernyataan4.

Flowchart :


Operator dan ekspresi



OPERATOR
Operator adalah simbol-simbol khusus yang digunakan untuk mengoperasikan suatu nilai data .
Ø  Operator Aritmatika
Digunakan untuk mengoperasikan data-data numerik, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dll. Dalam proses aritmatika tersebut, pengerjaan operasi tergantung dari tingkat valensi operator-operator yang terlibat. Perpangkatan memiliki valensi tertinggi, kemudian dilanjutkan dengan perkalian, pembagian, pembagian bulat dan sisa pembagian, sedangkan penjumlahan dan pengurangan mempunyai valensi yang terendah.
^ : Pangkat
* : Perkalian 
/ : Pembagian real
\ : Pembagian integer 
+ : Penjumlahan
- : Pengurangan

Ø  Operator Relasi
Digunakan untuk mewakili sebuah nilai logika (nilai boolean), dari suatu persamaan atau nilai.
Operator-operator yang terlibat adalah :
= : sama dengan
> : lebih besar
< : lebih kecil
<> : tidak sama dengan
>= : lebih besar atau sama dengan
<= : kurang atau sama dengan
    
Ø  Operator Boolean
Operator yang menyatakan suatu kondisi tertentu.
Macam dari operator boolean ini adalah:
1. OR --> Prinsip kerja aliran listrik Paralel
2. AND --> Prinsip kerja aliran listrik Seri
Ø  precendence:
·         menentukan urutan operasi dari operator-operator dalam ekspresi majemuk.
·         operator dgn tingkat hirarki lebih tinggi akan diproses terlebih dahulu.
Ø  Asosiatif:
·         urutan operasi jika operatornya setara.
Ø  Operator logika:
·          True:jika tipe integer bernilai tidak nol(#0)
·         False jika tipe integer bernilai nol(0)
Ø  LAMBANG-LAMBANG:
Perioritas
Operator
Keterangan
I
()
Tanda kurung
II
++    --
Increment, Decrement
III
*  /  %
Kali, bagi dan sisa
IV
+  -
Tambah dan kurang
V
=  +=   -=   *=   /=   %=
Operator pemberi nilai aritmatika
VI
!
Operator logika NOT
VII
<   >   <=   >=
Operator relasional
VIII
&&   ||
Operator logika DAN dan ATAU


EKSPRESI
Ekspresi  adalah transformasi nilai menjadi keluaran yang dilakukan melalui suatu perhitungan (komputasi). Ekspresi terdiri atas operand dan operator, contoh ekspresi: “a + b”.Hasil Evaluasi dari sebuah Ekpresi adalah nilai yang sesuai dengan type operand yang dipakai
MACAM – MACAM EKPRESI
   Ø  Ekspresi aritmatika 
              Ekspresi yang baik operand-nya bertipe numerik dan hasilnya juga bertipe numerik.
·         Ekspresi aritmatika memakai operator aritmatika.
      Pada ekspresi aritmetik terdapat 2 buah operator yaitu :
·         Operator biner, yaitu ekspresi yang operatornya membutuhkan 2 buah operand. Contoh a + b
·         Operator Uner, yaitu “-” atau operator yang punya 1 operand contoh “-2”
Contoh 2. (Penulisan ekspresi dengan notasi algoritma)
T = 5/9 * (c + 32)
Z = (2*x + y) / (5 * w)
Y = 5((a+b) / (c*d) + m (p + q))
Ø  Ekspresi Perbandingan/ Relasional
Ekspresi relasional adalah ekspresi dengan operator <, ≤, >, ≥, =, dan ≠, not, and, or dan xor dengan menghasilkan nilai bertipe boolean (true atau false). Biasanya ekspresi Relasional disebut ekspresi boolean.
Ø  Ekspresi Logika (Menggunakan Operator Boolean)
sebuah perintah yang akan mengeksekusi suatu perintah apabila kondisi tertentu terpenuhi.
 Operator boolean digunakan untuk menghubungkan dua buah ekspresi logika. Pada kesempatan ini operator boolean yang akan dibahas adalah AND dan OR.
Operator AND digunakan untuk menghubungkan dua buah ekspresi logika dan hasilnya TRUE jika kedua ekspresi tersebut bernilai TRUE.

Logika I
Operator
Boolean
Lgika II
Hasil Akhir
FALSE
FALSE
FALSE
FALSE
AND
TRUE
FALSE
TRUE
FALSE
FALSE
TRUE
TRUE
TRUE

Operator OR dipergunakan untuk menghubungkan dua buah ekspresi logika dan hasilnya bernilai TRUE jika minimal salah satu ekspresi logika bernilai TRUE.

Logika I
Operator
Boolean
Lgika II
Hasil Akhir
FALSE
FALSE
FALSE
FALSE
OR
TRUE
TRUE
TRUE
FALSE
TRUE
TRUE
TRUE
TRUE
Contoh01
1. Program PenerimaanPegawai;
2. Uses Crt;
3. Var Umur : Integer;
4. Ket : String;
5. Begin
6. ClrScr;
7. Write(‘Umur calon pegawai : ‘); Readln(Umur);
8. If (Umur >= 20) AND (Umur <= 30) THEN Ket:=’DITERIMA’
9. ELSE Ket:=’DITOLAK’;
10. Writeln(‘Status pegawai : ‘,Ket);
11. End.