Tampilkan postingan dengan label KEAMANAN JARINGAN XII TKJ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEAMANAN JARINGAN XII TKJ. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Oktober 2015

ANCAMAN PADA SISTEM KEAMANAN JARINGAN

Macam-macam ancaman keamanan jaringan komputer antara lain :

a) Hacking
Adalah setiap kegiatan di luar izin atau sepengetahuan pemilik jaringan untuk memasuki sebuah jaringan serta mencoba mencuri file password dan sebagainya. Pelakunya disebut hacker. Hacker adalah sebutan untuk mereka yang memberikan sumbangan yang bermanfaat kepada jaringan komputer, membuat program kecil dan membagikannya dengan orang – orang di internet. Hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Kata hacker pertama kali muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik dari yang telah dirancang bersama. Kemudian pada tahun 1983, analogi hacker semakin berkembang untuk menyebut seseorang yang memiliki obsesi untuk memahami dan menguasai sistem komputer.

b) Trojan dalam sistem komputer
Adalah bagian dari infeksi digital yang kehadirannya tidak diharapkan oleh pemilik komputer. Trojan terdiri dari fungsi – fungsi yang tidak diketahui tujuannya, tetapi secara garis besar mempunyai sifat merusak. Trojan masuk ke suatu komputer melalui jaringan dengan cara disisipkan pada saat berinternet dengan media fisik Trojan tidak berpengaruh secara langsung seperti halnya virus komputer, tetapi potensi bahayanya dapat jauh lebih besar dari virus komputer. Trojan dapat diaktifkan dan dikendalikan secara jarak jauh atau menggunakan timer. Pengendalian jarak jauh seperti halnya Remote Administration Tools, yaitu versi server akan dikendalikan oleh penyerang lewat versi client-nya. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh penyerang jika komputer korban telah dikendalikan. Port tertentu yang tidak lazim terbuka mengindikasikan adanya kegiatan aktif Trojan.
Penanganan Trojan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pencegahan (preventif) atau pengobatan (recovery). Usaha pencegahan dilakukan sebelum terjadinya infeksi, yaitu usaha agar sistem tidak mempunyai lubang keamanan. Usaha pengobatan dilakukan setelah sistem terinfeksi, yaitu usaha untuk menutup lubang keamanan yang telah diekploitasi dan menghilangkan penyebab infeksi.
c) Threat
Merupakan salah satu dari tiga komponen yang memberikan konstribusi kepada Risk Management Model, yang digunakan untuk menghadapi ancaman .
d) Exploit
Adalah sebuah perangkat lunak (software) yang menyerang kerapuhan keamanan (security vulnerability) yang spesifik namun tidak selalu bertujuan untuk melancarkan aksi yang tidak diinginkan. Banyak peneliti keamanan komputer menggunakan exploit untuk mendemonstrasikan bahwa suatu sistem memiliki kerapuhan. Ada badan peneliti yang bekerja sama dengan produsen perangkat lunak. Peneliti itu bertugas mencari kerapuhan dari sebuah perangkat lunak dan kalau mereka menemukannya, mereka melaporkan hasil temuan ke produsen agar produsen dapat mengambil tindakan. Meskipun demikian, exploit kadang menjadi bagian dari suatu malware yang bertugas menyerang kerapuhan keamanan.
e) Denial of Service
Adalah aktifitas menghambat kerja sebuah layanan (servis) atau mematikan-nya, sehingga user yang berhak / berkepentingan tidak dapat menggunakan layanan tersebut. Serangan Denial of Service (DOS) ini terjadi apabila penyerang atau yang sering terdengar dengan istilah hacker ini merusak host atau sevice yang ada sehingga host atau service itu tidak dapat lagi berkomunikasi secara lancar di dalam network neighborhood-nya. Perkembangan dari serangan DOS adalah DDOS. Serangan DDoS adalah jenis serangan dengan cara memenuhi trafik server situs tersebut hingga situs menjadi lambat dan susah diakses. Pengertian lain tentang DDOS adalah mengirimkan data secara terus menerus dengan menggunakan satu komputer tidak begitu efektif karena biasanya sumber daya server yang diserang lebih besar dari komputer penyerang.
f) Bandwith atau Lebar Pita
Adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi. Bandwidth komputer didalam jaringan komputer, sering digunakan sebagai suatu sinonim untuk data transfer rate yaitu jumlah data yang dapat dibawa dari suatu titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (pada umumnya dalam detik). Jenis bandwidth ini diukur dalam bps (bits per second). Adakalanya juga dinyatakan dalam Bps (bytes per second). Suatu modem yang bekerja pada 57.600 bps mempunyai bandwidth dua kali lebih besar dari modem yang bekerja pada 28.800 bps. Secara umum, koneksi dengan bandwidth yang besar / tinggi memungkinkan pengiriman informasi yang besar seperti pengiriman gambar atau images dalam video presentation.
g) Cracker
Adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain dan cracker lebih bersifat destruktif, biasanya dijaringan komputer, mem-bypass password atau lisensi program komputer, secara sengaja melawan keamanan komputer, men-defaced (merusak halaman muka web) milik orang lain, bahkan hingga men-delete data orang lain, mencuri data dan umumnya melakukan cracking untuk keuntungan sendiri.
Cracker tidak mempunya kode etik ataupun aturan main, karena cracker sifatnya merusak. Cracker mempunyai situs ataupun cenel dalam IRC yang tersembunyi, yang hanya orang – orang tertentu yang bisa mengaksesnya. Cracker juga mempunyai IP yang tidak bisa dilacak. Kasus yang paling sering dilakukan oleh cracker ialah Carding yaitu Pencurian Kartu Kredit, kemudian pembobolan situs dan mengubah segala isinya menjadi berantakan.
h) Digital Signature
Adalah suatu sistem keamanan kriptografi simetris (symmetric crypthography / secret key crypthography) yang menggunakan kunci yang sama dalam melakukan enkripsi dan dekripsi terhadap suatu pesan (message). Disini pengirim dan penerima menggunakan kunci yang sama sehingga mereka harus menjaga kerahasiaan terhadap kunci tersebut.
Pada digital signature suatu data / pesan akan di enkripsi dengan kunci simetris yang diciptakan secara acak (randomly generated symmetric key) yang kemudian akan di enkripsi dengan menggunakan kunci publik dari penerima. Hasil dari ekripsi ini kemudian dikenal sebagai digital envelope yang akan dikirimkan bersama pesan / data yang telah di enkripsi.

Kamis, 01 Oktober 2015

CARA PENGAMANAN JARINGAN

Langkah untuk mengamankan jaringan

    Untuk menjamin keamanan jaringan, perlu dilakukan perencanaan keamanan yang matang berdasarkan prosedur dan kebijakan dalam keamanan jaringan.
Perencanaan tersebut akan membantu dalam hal-hal berikut ini:
a.    Menentukan data atau informasi apa saja yang harus dilindungi
b.    Menentukan berapa besar biaya yang harus ditanamkan dalam melindunginya
c.    Menentukan siapa yang bertanggung jawab untuk menjalankan langkah-langkah
yang diperlukan untuk melindungi bagian tersebut
Selain perencanaan keamanan yang matang, juga ada beberapa metode untuk mengamankan jaringan, antara lain :
a.    Intrusion Detection System (IDS) adalah sebuah sistem untuk mendeteksi penyalahgunaan jaringan dan sumber daya komputer. IDS memiliki sejumlah sensor yang digunakan untuk mendeteksi penyusupan.
b.    AIRIDS (Automatic Interactive Reactive Intrusion Detection System) adalah suatu metode kemanan jaringan yang bertujuan untuk membentuk suatu arsitektur sistem keamanan yang terintegrasi.
c.    Menyembunyikan SSID adalah cara yang digunakan untuk mencegah beberapa akses secara umum agar nama jaringan kita tidak terdeteksi oleh sebagian besar pengguna jaringan sehingga kita dapat meminimalisir seseorang untuk masuk ke jaringan kita tanpa diundang.
d.    Memonitoring jaringan adalah cara mengidentifikasi gangguan dan ancaman keamanan yang akan terjadi pada jaringan.
e.    Enkripsi pada jaringan  adalah sebuah proses yang melakukan perubahan sebuah kode dari yang bisa dimengerti menjadi sebuah kode yang tidak bisa dimengerti (tidak terbaca). Enkripsi dapat diartikan sebagai kode atau chiper.
f.    Menggunakan WEP adalah alat teknik untuk mengenkripsi lalu lintas di jaringan nirkabel. Anda tidak boleh melewatkannya yang akan memungkinkan hacker untuk mendapatkan akses instan lalu lintas melalui jaringan nirkabel anda.
g.    Menonaktifkan atau memodifikasi pengaturan SNMP dengan cara mengubah setting serta pengaturan SNMP untuk pengguna jaringan. Anda juga dapat menonaktifkannya. Jika tidak para hacker akan dapat menggunakan SNMP untuk mendapatkan info yang signifikan tentang jaringan nirkabel Anda.
h.    Nonaktifkan DHCP, dengan cara ini, hacker akan bekerja keras untuk memecahkan parameter TCP/IP, subnet mask serta alamat IP untuk menghack jaringan nirkabel Anda.
i.    Keamanan hardware
Berkaitan dengan infrastruktur yang digunakan sebagai media akses jaringan. Dengan memberikan keamanan seperti memilih Power Supply yang baik dan Memory yang cukup maka kinerja hardware dapat berjalan dengan lancar maka Jaringan akan terbebas dari kendala pada hardware. Hal tersebut akan sangat berpengaruh pada kelancaran kinerja jaringan pada computer server maupun client.
j.    Keamanan software
Berkaitan dengan perangkat lunak yang digunakan seperti Sistem Operasi, Firewall, Antivirus, dan Software Maintenance. Dengan mememperhatikan software tersebut kita dapat melindungi Komputer kita dari Malware atau software yang bersifat merusak seperti virus, Trojan, dan konflik port pada computer kita. Selain itu kita juga dapat memberikan antisipasi terhadap penyusupan mata-mata melalui port-port yang sering digunakan untuk mengakses computer dari jarak jauh.

Selasa, 29 September 2015

LANGKAH PENGUATAN HOST

Langkah-langkah Penguatan Host 

A. Pengertian Host Hardening



Host Hardening menyediakan berbagai perlindungan dalam sistem komputer, perlindungan diberikan dalam berbagai lapisan yang disebut “pertahanan baerlapis” . Lapisan lapisan tersebut adalah lapisan lapisan OSI seperti aplikasi, transport, fisik dll.
Pengertian Host Hardening adalah Prosedur yang meminimalkan ancaman yang datang dengan mengatur konfigurasi dan menonaktifkan aplikasi dan layanan yang tidak diperlukan. Instalasi firewall, instalasi antivirus, menghapus cookie, membuat password , menghapus program yang tidak diperlukan itu semua termasuk dalam Host Hardening.
Tujuan dari Host Hardening adalah untuk menghilangkan resiko ancaman yang bisa terjadi pada komputer, hal ini biasanya dilakukan dengan menghapus semua program/file yang tidak diperlukan.


B.   MACAM MACAM HARDENING (ELEMEN HOST HARDENING)

  • Hardening System: Security Policy
  • Hardening System: Kriptografi
  • Hardening System: Firewall
  • Hardening System: IDS (Intrusion Detection System)
  • Hardening System: Backup
  • Hardening System: Auditing System
  • Hardening System: Digital Forensik dan Penanganan Pasca Insiden.
    • Security Policy
Ini terbagi menjadi berbagai bidang berdasarkan penggunaannya, bidang bidang itu antara lain:
  • Policy penggunaan komputer
  • Tidak boleh meminjamkan account kepada orang lain.
  • Tidak boleh mengambil/menaruh file dari komputer kantor, dll.
  • Policy penggunaan Installasi program
  • Tidak boleh menginsall program tanpa seijin staff IT
  • Tidak boleh menginsall program ilegal, dll.
  • Policy penggunaan Internet
  • Tidak boleh menggunakan internet untuk kegiatan carding, hacking dll.
  • Tidak boleh menggunakan internet untuk mengakses situs-situs yang berpotensi menyebarkan virus, dll.
  • Policy penggunaan Email
  • Tidak boleh menggunakan email kantor untuk kegiatan milis, dll.
    • Cryptografi
                 Kriptografi (cryptography) adalah ilmu dan seni menyimpan suatu pesan secara aman
  • Enkripsi dan Dekripsi 
  • Cryptografi Symetric
  • Cryptografi Asymetric 
    • Firewall
Firewall tersusun dari aturan aturan yang ditetapkan baik terhadap hardware, software maupun sistem itu sendiri, ini dilakukan dengan tujuan untuk melindungi komputer dalam jaringan, baik dengan melakukan filterasi, membatasi ataupun menolak suatu permintaan koneksi dari layanan luar jaringan seperti internet.
  • Statefull Packet Filter
    • Packet filtering yang dikembangkan sehingga mampu “mengingat” paket yang diimplementasikan dalam state tabel
    • Proses filtering sedang dibanding packet filtering dan proxy based
  • Proxy Based
    • Filtering di level aplikasiProses filtering lebih lambat
  • Posisi firewall yang optimal
    • Firewall diletakkan di Router/Gateway untuk mengantisipasi serangan dari INTERNET
    • Firewall diletakkan di Router,NAT untuk mengantisipasi serangan dari INTRANET
1.      IDS (Intrusion Detection System)
Satu cara umum melakukan otomatisasi pada pengawasan penyusupan adalah dengan menggunakan IDS. IDS akan mendeteksi jenis serangan dari "signature" atau "pattern" pada aktifitas jaringan. Bahkan dapat melakukan blokade terhadap traffic yang mencurigakan.
Pembagian deteksi
a.       Deteksi anomaly (prosessor, bandwidth, memory dan lain-lain)
b.      Signature yang disimpan dalam database
Jika Ada Serangan terdeteksi, maka hal yang harus diperbuat oleh admin adalah
·        Alert via SMS, email dan lain-lain
·        Konfigurasi ulang firewall
·        Menjalankan program respon terhadap serangan
·        Logging serangan dan event
Jenis-Jenis IDS
   -network IDS
   -HOST IDS

1.      Digital Forensik
Digital forensik  berkaitan dengan :
·        Pengecekan koneksi aktif
·        Pengecekan listening port pasca insiden
·        Pengecekan proses yang aktif pasca insiden
·        Pengecekan log user yang login
·        Pengecekan log system
·        Pengecekan log pengakses service
·        Dan lain-lain.
Penanganan/pemulihan jika sudah terjadi permasalahan
·        Pengecekan apakah ada backdoor yang ditanam
·        Installasi ulang sistem
·        Tutup security hole yang ada
·        Perbaiki konfigurasi firewall
·        Dan lain-lain.
 

1.      Logs
Seorang system administrator wajib untuk melihat log dari system dari waktu ke waktu. Dengan melihat log maka system administrator dapat melihat aktifitas yang terjadi dan kemungkinan besar dapat melakukan antisipasi apabila terlihat beberapa aktifitas yang mencurigakan terjadi.
2.      Honeypot.
            "HoneyPot" adalah server "umpan" yang merupakan pengalih perhatian. Tujuan dari honeypot adalah mereka tidak menjalankan layanan sebagaimana umumnya server tetapi berpura-pura menjalankannya sehingga membiarkan para penyusup untuk berpikir bahwa mereka benar-benar adalah "server" yang sesungguhnya. Honeypot juga bermanfaat untuk melihat tehnik yang digunakan oleh para penyusup untuk dapat masuk kedalam system juga sebagai alat untuk mengumpulkan bukti sehingga para penyusup dapat diproses secara hukum.
3.      Configuration.
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, konfigurasi yang hati-hati akan membantu anda untuk bertahan terhadap kemungkinan serangan yang terjadi. Kebanyakan dari kasus penggantian halaman muka situs (web defacement) terjadi dikarenakan kesalahan konfigurasi sehingga menyebabkan pihak ketiga dapat mengambil keuntungan dari kesalahan ini.


C. CARA KERJA HARDENING

1.        System Penetration
            System Penetration adalah suatu metode untuk mengevaluasi keamanan sistem komputer atau jaringan dengan mensimulasikan serangan yang mungkin terjadi dari pihak yang tidak bertanggung jawab.
2.        Patching
Patch (menambal) adalah melakukan perbaikan terhadap celah keamanan yang ada. Ini dilakukan dengan cara mendeteksi kerusakan yang ada kemudian melakukan perbaikan.

KEMUNGKINAN ANCAMAN DAN SERANGAN TERHADAP KEAMANAN JARINGAN

Kemungkinan Ancaman dan Serangan Terhadap Keamanan Jaringan

Saat kita saling terhubung dalam suatu jaringan baik jaringan kecil maupun besar, pasti terdapat ancaman ataupun seranagan yang bisa terjadi. Sehingga kita diharuskan untuk lebih berhati- hati saat berkomunikasi menggunakan jaringan. Diantara ancaman atau serangan yang bisa terjadi darikeamanan jaringan adalah :
Ø Serangan Fisik Terhadap Keamanan Jaringan
Kebanyakan orang beranggapan bahwa serangan terhadap keamanan jaringan cenderung pada non-hardwarenya saja, tetapi sebenarnya serangan tersebut bisa terjadi pada hardware itu sendiri. Sebagai contoh saat jaringan kita dihack oleh orang lain, maka software baik data, file ataupun aplikasi akan rusak yang bisa juga menyebabkan hardware kita tidak bekerja secara normal, sehinggan hardware kita akan mengalami kerusakan.
Serangan fisik terhadap keamanan jaringan dapat menyebabkan beberapa kerugian, diantaranya :
1.    Terjadi gangguan pada Kabel
2.    Kerusakan Harddisk
3.    Konsleting
4.    Data tak tersalur dengan baik
5.    Koneksi tak terdeteksi
6.    Akses bukan pengguna
Ø  Serangan Logik Terhadap Keamanan jaringan
Serangan logic pada keamanan jaringan adalah hal yang paling rawan terjadi, sehingga kita harus lebih memperhatikan lagi security dalam jaringan kita. Diantara serangan yang bisa terjadi adalah :
1.      SQL Injection adalah Hacking pada sistem komputer dengan mendapat akses Basis Data pada Sistem

2.      DoS (Denial of Service) adalah Serangan pada Sistem dengan mengabiskan Resource pada Sistem.

3.      Traffic Flooding adalah Serangan pada keamanan jaringan dengan membanjiri Traffic atau lalu lintas jaringan.

4.      Request Flooding adalah Serangan dengan membanjiri banyak Request pada Sistem yang dilayani Host sehingga Request banyak dari pengguna tak terdaftar dilayani oleh layanan tersebut.

5.      Deface adalah adalah Serangan pada perubahan tampilan

6.      Social Engineering adalah Serangan pada sisi sosial dengan memanfaatkan kepercayaan pengguna. Hal ini seperti fake login hingga memanfaatkan kelemahan pengguna dalam socialmedia.

7.      Malicious Code adalah Serangan dengan menggunakan kode
berbahaya dengan menyisipkan virus, worm atau Trojan Horse.
ü  Virus: Program merusak yang mereplikasi dirinya pada boot sector atau dokumen.
ü  Worm: Virus yang mereplikasi diri tidak merubah fle tapi ada di memory aktif.
ü  Trojan Horse: Program yang sepertinya bermanfaat padahal tidak karena uploaded hidden program dan scipt perintah yang membuat sistem rentan gangguan.

8.      Packet Sniffer adalah Serangan Menangkap paket yang lewat dalam sebuah Jaringan.

Jumat, 21 Agustus 2015

Kebijakan Penggunaan Jaringan

Keamanan Jaringan : Kebijakan Dan Ancaman Pada Keamanan Jaringan
ABSTRAK :
1. Keamanan jaringan adalah bentuk pencegahan atau deteksi pada hal yang bersifat gangguan dan akses tak seharusnya pada Sistem Jaringan Komputer.
2. Tujuan Keamanan jaringan computer adalah untuk mengantisipasi resiko jaringan komputer berupa bentuk ancaman fisik maupun logik baik langsung ataupun tidak langsung mengganggu aktiitas yang sedang berlangsung dalam jaringan computer.
3. Kebijakan pengguna jaringan dibagi !" yaitu# kebijakan organisasi" etika menggunakan  jaringan dan kebijakan mengakses computer.
4. Kebijakan organisasi adalah suatu kebijakan organisasi" istansi atau lembaga dalam ruang lingkup keamanan jaringan untuk akses pada sistem jaringan di tempat tersebut.
5. Serangan fisik keamanan jaringan adalah serangan yang terjadi pada hard$are jaringan.
6. Serangan logic keamanan jaringan adalah serangan yang terjadi pada perangkat lunak  jaringan" seperti data" dokumen" database" aplikasi dan lain-lain.

A. Pengertian Keamanan jaringan
Keamanan jaringan adalah bentuk pencegahan atau deteksi pada hal yang bersifat gangguan dan akses tak seharusnya pada Sistem Jaringan Komputer. /angkah%langkah pencegahan membantu menghentikan pengguna yang tidak sah yang disebut 0penyusup1 untuk mengakses setiap bagian dari sistem jaringan komputer . Tujuan
Keamanan jaringan computer adalah untuk mengantisipasi resiko jaringan komputer berupa bentuk ancaman fisik maupun logik baik langsung ataupun tidak langsung mengganggu aktiitas yang sedang berlangsung dalam jaringancomputer.
Keamanan jaringan sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah  penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah. Tugas keamanan jaringan dikontrol oleh administrator jaringan. Segi%segi keamanan didefinisikan dari kelima point ini.
1. Confidentiality -ensyaratkan bahasa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
2. Integrity -ensyaratkan bahasa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang.
3. Availability -ensyaratkan bahasa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
4. Authentication -ensyaratkan bahasa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bah$a identitas yang didapat tidak palsu.
5. Nonrepudiation -ensyaratkan bah$a baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.

B. Kebijakan Pengguna Jaringan
1. Kebijakan Organisasi
Adalah suatu kebijakan organisasi" istansi atau lembaga dalam ruang lingkup keamanan jaringan untuk akses pada sistem jaringan di tempat tersebut. 4iantara contoh dari kebijakan organisasi adalah :
1. Tata kelola sistem komputer
2. Pengaturan kerapian pengkabelan
3. Pengaturan akses $i%fi
4. Manajemen data organisasi
5. Sinkronisasi antar sub%organ
6. Manajemen Sumber 4aya
7. Maintenance 5 (hecking berkala

2. Etika Menggunakan Jaringan
Setiap kita melakukan suatu kegiatan pasti ada aturan atau etika yang harus dilakukan" karena  jika tidak bisa berdampak negatif bagi kita sendiri maupun orang lain. Begitu juga saat menggunakan jaringan kita juga harus memperhatikan etika-etika yang berlaku. 4iantaranya etika tersebut adalah :
1. Memahami Akses Pengguna
2. Memahami kualitas daya Organisasi
3. Pengaturan penempatan sub-organ

3. Kebijakan Mengakses Komputer
Dalam suatu kebijakan pengguna jaringan" tidak jarang juga terdapat kebijakan pengguna saat mengakses computer" diantaranya adalah :
1. Manajemen pengguna
2. Manajemen sistem komputer
3. Manajemen Waktu akses

Kamis, 20 Agustus 2015

KEAMANAN JARINGAN KELAS XII TKJ

KEAMANAN JARINGAN XII TKJ

Materi Pokok

Kebijakan Penggunaan Jaringan :
  • Kebijakan organisasi
  • Etika menggunakan jaringan komputer
  • Kebijakan mengakses komputer
Kemungkinan Ancaman dan Serangan Terhadap Keamanan Jaringan :
  • Serangan fisik terhadap keamanan jaringan
  • Serangan logik terhadap keamanan jaringan
  • Peralatan pemantau kemungkinan ancaman dan serangan terhadap keamanan jaringan
Sistem Keamanan Jaringan yang Dibutuhkan :
Langkah-langkah penguatan host :
  • Pengertian host hardening
  • Elemen host hardening
  • Dasar pengamanan di host
Firewall di host dan server :
  • Pengertian firewall
  • Analisis dan implementasi firewall di host
  • Analisis dan implementasi firewall di host
Kebutuhan persyaratan alat untuk membangun server firewall :
  • Pengertian server firewall
  • Filtering firewall
  • Proxy
  • Peralatan pembangun firewall
Log server firewall :
  • Pengertian  loglist server firewall
  • Analisis laporan hasil kerja server firewall
Tatacara Pengamanan Peralatan Jaringan :
  • Pengamanan fisik
  • Pengamanan logic (Instrusion Detection System, network topology, port scanning, packet fingerprinting)
Pengujian keamanan jaringan, host dan server :
  • Prosedur dan cara pengujian keamanan jaringan
  • Prosedur dan cara pengujian keamanan host
  • Prosedur dan cara pengujian keamanan server
Konsep Server Autentifikasi :
  • Pengertian fungsi dan cara kerja server autentifikasi
  • Pengertian fungsi dan cara kerja server autentifikasi pada beberapa contoh produk
Kebutuhan persyaratan alat untuk membangun server firewal :
  • Pengertian server autentifikasi
  • RADIUS
  • TACACS+
Cara kerja Sistem Pendeteksi dan Penahan Serangan ke Jaringan :
  • Instrusion Detection System
  • Intrusion Prevention System
  • Managed Authentification
  • Managed Antivirus Protection
  • Content Filterint
Laporan/log hasil kerja pendeteksi dan penahan serangan jaringan :
  • Pengertian log pendeteksi dan penahan serangan jaringan
  • Fungsi log pendeteksi dan penahan serangan jaringan
  • Analisis log pendeteksi dan penahan serangan jaringan
Fungsi dan Tatacara Pengamanan Server Layanan :
  • Pengertian, jenis dan fungsi server layanan
  • Langkah-langkah pengamanan pada server layanan
  • Analisis fungsi dan tata cara pengamnan server layanan
Konfigurasi pada subscriber internet telepon :
  • Pengamanan komunikasi data
  • Teknik kriptografi (exhaustive key search, mathematics, side channel attack)